LAGOA-JAKARTA Pintu air di kelurahan lagoa kecamatan koja tidak berfungsi dengan baik maka aliran air pun jadi tersumbat oleh sampah. Ironisnya lagi pintu air dan rumah pompa tersebut setahun lalu baru saja diperbaiki dan belum pernah di fungsikan.
“hampir 2 kali tiap bulannya air pasang dan 50% dari rumah kebanjiran oleh air pasang kurang lebih setinggi 30cm air masuk ke dalam rumah warga,” kata Ucup Nasrudin selaku ketua Rt 03 Rw 04 lagoa,Jakarta Utara, kamis(22/08/2013).Sedikitnya ada 60 rumah yang terendam banjir akibat rusaknya pintu air itu. Bahkan warga yang rumahnya menjadi langganan banjir ini kerap tak bisa tidur jika ada hujan deras maupun air pasang laut.
Akibat air pasang tersebut membanjiri rumah warga serta pintu dan kusen rumah warga sebagian rusak. Tiap bulannya ucup selaku ketua RT mengeluarkan uang pribadi untuk membayar warga yang membersihkan tumpukan sampah pintu air tersebut sebesar 400 ribu rupiah tiap bulan selama 6 bulan.
Ditambahkan Ucup, Keberadaan pintu air ini sangat vital, mengingat kali gendong yang mengarah ke pintu air itu menjadi tampungan aliran air dari wilayah Cilincing dan koja sekitarnya. Saat ini selain warga ketakutan masalah banjir, juga sampah yang menumpuk di sepanjang kali gendong itu, hingga aliran air jadi tersumbat.Pasalnya sampah yang menyumbat kali kresek tersebut merupakan 13 muara sungai di Jakarta mengalir ke laut.kali kresek juga merupakan muaranya kali sindang dan kali sunter. “Kami sudah sudah sering mengutarakan masalah ini, baik di sampaikan ke kelurahan, kecamatan , sudin hingga walikota, namun hasilnya tak pernah tuntas” jelasnya.
Walikota Bambang Sugiyono mengatakan “saya akan meminta kasudin pu air untuk segera di perbaiki.sebab masalah kerusakan pintu air ini sudah di sampaikan pada rapat koordinasi wilayah dan di minta dalam minggu ini untuk di selesaikan” ujarnya saat di temui di kantor walikota (bian)
“hampir 2 kali tiap bulannya air pasang dan 50% dari rumah kebanjiran oleh air pasang kurang lebih setinggi 30cm air masuk ke dalam rumah warga,” kata Ucup Nasrudin selaku ketua Rt 03 Rw 04 lagoa,Jakarta Utara, kamis(22/08/2013).Sedikitnya ada 60 rumah yang terendam banjir akibat rusaknya pintu air itu. Bahkan warga yang rumahnya menjadi langganan banjir ini kerap tak bisa tidur jika ada hujan deras maupun air pasang laut.
Akibat air pasang tersebut membanjiri rumah warga serta pintu dan kusen rumah warga sebagian rusak. Tiap bulannya ucup selaku ketua RT mengeluarkan uang pribadi untuk membayar warga yang membersihkan tumpukan sampah pintu air tersebut sebesar 400 ribu rupiah tiap bulan selama 6 bulan.
Ditambahkan Ucup, Keberadaan pintu air ini sangat vital, mengingat kali gendong yang mengarah ke pintu air itu menjadi tampungan aliran air dari wilayah Cilincing dan koja sekitarnya. Saat ini selain warga ketakutan masalah banjir, juga sampah yang menumpuk di sepanjang kali gendong itu, hingga aliran air jadi tersumbat.Pasalnya sampah yang menyumbat kali kresek tersebut merupakan 13 muara sungai di Jakarta mengalir ke laut.kali kresek juga merupakan muaranya kali sindang dan kali sunter. “Kami sudah sudah sering mengutarakan masalah ini, baik di sampaikan ke kelurahan, kecamatan , sudin hingga walikota, namun hasilnya tak pernah tuntas” jelasnya.
Walikota Bambang Sugiyono mengatakan “saya akan meminta kasudin pu air untuk segera di perbaiki.sebab masalah kerusakan pintu air ini sudah di sampaikan pada rapat koordinasi wilayah dan di minta dalam minggu ini untuk di selesaikan” ujarnya saat di temui di kantor walikota (bian)

