Pemerintahan    Pendidikan    Kesehatan    Pariwisata    Perhubungan    Pelabuhan    Dukcapil    Damkar    PU Jalan    PU Air    LMK    KBN    PKK    BPN    PMS    P2B    Tokoh   

Stakeholder Jakut Tanam 10.000 Pohon Bakau


Partisipasi aktif pihak swasta terhadap lingkungan tentu sagat diharapkan pemerintah dan masyarakat setempat. Sebab adanya kepedulian itu akan membawa dampak positif yang akan dirasakan bersama apalagi dengan banyak melakukan penanaman pohon diberbagai tempat selain lingkungan menjadi teduh dan nyaman hal ini juga diyakini dapat menyelamatkan bumi dari akibat pemanasan global.

Untuk itu, PT Karya Citra Nusantara (KCN) sebuah perusahaan di wilayah Jakarta Utara turut ambil bagian dengan melakukan penanaman 10.000 pohon bakau di kawasan Marunda, Cilincing, Jakarta Utara. Selain bertujuan melestarikan lingkungan, penanaman pohon tersebut juga sebagai bentuk partisipasi aktif perusahaan untuk mendukung program penghijauan nasional dan program penanaman 1 milyar pohon.

Direksi PT KCN, Wibisono, mengatakan penanaman 10.000 pohon dikawasan Marunda dilakukan pihaknya bersama tokoh masyarakat setempat dan Forum Masyarakat Peduli Lingkungan (Maspedling) Jakarta Utara. Selain itu, katanya, penanaman pohon disaksikan pula aktivis lingkungan dan sejumlah pejabat pemerintah kota Jakarta Utara.
"Tujuan kami dalam aksi penanaman pohon ini untuk meminimalisir dampak global worning yang belakangan ini semakin dirasakan. Diperlukan kesadaran dalam melestarikan lingkungan agar kita dapat hidup secara sehat, aman dan nyaman," ucap Wibisono kepada jakartautara.co, Sabtu 12 Januari 2013.

Lebih jauh, kata dia, peran serta masyarakat dan stakeholder lainnya pun perlu ditingkatkan agar kelestarian alam dapat terus terjaga. "Penanaman pohon pada hakekatnya untuk menyelamatkan bumi dari kekeringan. Namun hal ini juga sebagai wujud partisipasi kami dalam mendukung program pemerintah pusat dan daerah melalui program penghijauan nasional dan penanaman 1 milyar pohon," jelas Wibisono. 

ia mengaku selain menananam pohon bakau, pihaknya juga melakukan penanaman pohon lainnya seperti pohon pelindung, trembesi, tafebuya dan pohon mangga indramayu. "Kami berharap penanaman pohon  dapat bermanfaat baik bagi lingkungan, masyarakat dan pemerintah.  

Sementara itu, aktivis Maspedling Jakarta Utara, Satria, turut memberikan apresiasi atas kepedulian stakeholder dalam bidang pelestariaan lingkungan. Apa yang dilakukan PT KCN, katanya, harus menjadi motivasi bagi perusahaan lain di Jakarta Utara agar peduli terhadap lingkungannya.  "Kota Jakarta masih sangat membutuhkan ruang terbuka hijau bahkan bukan hanya di perkotaan dilingkungan masyarakat juga perlu mendapatkan perhatian baik oleh swasta maupun pemerintah. Semakin banyak kalangan usaha yang peduli terhadap pelestarian lingkungan akan semakin baik pula kehidupan masyarakat," imbuhnya.

Pria yang kerap menjadi mitra pemkot Jakarta Utara dalam penilaian Adipura itu, mengaku akan terus meningkatkan kepeduliannya terhadap lingkungan. "Kami akan selalu memberi masukan baik pada pemerintah maupun mitra swasta agar kota kita ini semakin hari semakin hijau royo royo," tambahnya.




HBKB di Kelapagading Semarak

Ribuan orang memadati ruas Jl Boulevard Raya, Kelapagading, Jakarta Utara, Minggu (27/11), untuk mengikuti berbagai kegiatan yang diselenggarakan dalam Hari Bebas Kendaraan Bermotor (HBKB) yang digelar Pemkot Administrasi Jakarta Utara di ruas jalan tersebut. Kegiatan ini dilakukan dalam rangka pemulihan kualitas udara. Sebab, selama 6 jam kegiatan HBKB itu digelar, pencemaran udara di kawasan tersebut turun hingga 60 persen.

Plt Kepala Kantor Lingkungan Hidup (KLH) Jakarta Utara, Yusiono Anwar mengatakan, kegiatan HBKB di Kelapagading telah berhasil menurunkan pencemaran udara yang signifikan sampai dengan 60 persen dibandingkan hari biasanya. Penurunan ini terjadi selama 6 jam dari pukul 06.00 hingga 12.00.

Dijelaskannya, sepekan sebelum dan sesudah menggelar HBKB, pihaknya melakukan pemantauan terhadap kualitas udara untuk memastikan perubahan terhadap kualitas udara di Jakarta Utara dengan cara mendeteksi menggunakan alat pengukur udara yang saat ini terpasang di apartemen Gading Permai. "Alat pengukur udara tersebut akan terus melakukan pemantauan udara hingga tanggal 5 Desember 2011 mendatang dengan mengukur particulate meter (PM), carbonmonoksida (CO), nitrogen monoksida (NO), total hidro karbon(THC), amoniak (NH3), dan hidrogen sulfida (H2S)," ungkap Yusiono.

Ditambahkannya, dipilihnya kawasan Kelapagading untuk kegiatan HBKB, karena kawasan ini memiliki luas jalan yang memadai dan memiliki jalan alternatifnya, lalu lintasnya padat, dan indikasi banyaknya kendaraan bermotor. "Ini lah alasan kali ini dipilihnya Kelapagading untuk kegiatan HBKB," ujar Yusiono, Minggu (27/11).

Pada kegiatan ini, pihaknya menutup sejumlah ruas jalan di Boulevard Raya, Kelapagading agar tidak dilalui kendaraan bermotor. Sejumlah ruas jalan yang ditutup antara lain,   Jalan Boulevard Raya Gading Raya, Jalan Yos Sudarso, Bundaran Boulevard Raya, dan Jalan Perintis Kemerdekaan.

"Kegiatan ini digelar dengan berbagai acara, diantaranya sepeda santai, futsal, senam jantung sehat, parade sepeda ontel, gerak jalan sehat, marching band,‎​ cheerleader, dan barongsai, penyerahan 1.000 pohon dari stakeholder untuk warga Kelapagading," katanya.

Ia menghimbau kepada masyarakat untuk mengurangi penggunaan kendaraan pribadi dan beralih ke kendaraan umum atau menggunakan sepeda, dan juga berjalan kaki, sehingga kualitas udara khususnya di Jakarta Utara semakin baik. "Mudah-mudahan dengan digelarnya HBKB ini, kualitas udara di Jakarta Utara semakin membaik, dan juga pencemaran udara semakin menurun," tuturnya.

Walikota Jakarta Utara, Bambang Sugiyono mengatakan, kegiatan HBKB ini merupakan yang kedua kalinya diselenggarakan di Kelapagading. "Dari yang sudah-sudah, melalui kegiatan ini terjadi penurunan pencemaran yang cukup tinggi dibandingkan hari biasanya," ujar Bambang.

Sementara itu, Joshua (29) warga Kelapagading, mengaku sangat senang dengan digelarnya HBKB diwilayahnya. Sebab, dirinya dapat menghirup udara dengan kualitas baik. "Saya sangat mendukung terus kegiatan HBKB, dan mudah-mudahan kegiatan ini diselenggarakan setiap bulannya," tandasnya. 

Sumber / Link : beritajakartacom

Nelayan Marunda Keluhkan Limbah

Nelayan Marunda Keluhkan Limbah
JAKARTA--MICOM: Ratusan nelayan di kawasan pesisir Marunda, Cilincing, Jakarta Utara, mengeluhkan adanya limbah cair yang mempengaruhi tangkapan ikan mereka.

Menurut para nelayan, limbah tersebut mengalir bersama aliran air di Kanal Banjir Timur (KBT). Para nelayan mengaku, hingga kini belum ada penanganan dari pemerintah kota dan instansi terkait

Menurut Ketua Kelompok Nelayan Marunda, Sueb Magbub,48, Jumat (18/11), paling sedikit tiga kali dalam sebulan, limbah cair tersebut menerjang perairan Marunda. Limbah cair itu, jelasnya, berwarna putih susu dan merah pekat serta disertai busa.

Sueb mengeluhkan, aliran limbah itu telah menyebakan ikan-ikan di perairan Marunda mati. "Hingga jarak 1 mil laut dari bibir pantai Marunda, sekarang sudah tidak ditemukan ikan lagi. Jangankan ikan berukuran besar, menurutnya, ikan-ikan kecil dan anak-anak ikan juga sudah tidak ada lagi," ujar Sueb.

Dia pun mengatakan, para nelayan sudah mengadukan masalah ini ke Sudin Peternakan Perikanan dan Kelautan, serta Badan Pengelola Lingkungan Hidup Daerah (BPLHD) Jakarta Utara. Namun hingga kini, lanjutnya, belum pernah ada tindakan penanganan. "Setiap kali mengadukan masalah ini ke Pemkot Jakarta Utara, mereka selalu bilang bahwa yang membuang limbah itu pabrik-pabrik di kawasan Bekasi. Memangnya pemerintah Jakarta Utara, tidak bisa berkoordinasi dengan Pemerintah Kota Bekasi?" tandasnya.

Sueb menjelaskan, saat ini ada sekitar 314 nelayan yang kehilangan tangkapan ikan sekaligus penghasilan mereka. Limbah tersebut, tuturnya, telah merusak mata pencharian mereka, bahkan membuat mereka menganggur atau beralih profesi. (NA/OL-2) 

 
 
Copyright © 2014 JAKARTA UTARA. All Rights Reserved. Powered by Lintas Daerah
Template by Creating Website and Kang Lintas