Pemerintahan    Pendidikan    Kesehatan    Pariwisata    Perhubungan    Pelabuhan    Dukcapil    Damkar    PU Jalan    PU Air    LMK    KBN    PKK    BPN    PMS    P2B    Tokoh   

Sekko Jakarta Utara Lepas 100 Anggota Bazis Jakut


SEKRETARIS Kota Jakarta Utara, H. Tri Kurniadi, menghadiri pelaksanaan kegiatan pembinaan petugas operasional ZIS di Ruang Pola, Kantor Walikota, Kamis (22/11/2012). Kegiatan ini juga sekaligus melepas 100 orang anggota Bazis Jakarta Utara ke Ciwidey, Bandung, Jawa Barat. Untuk mendapatkan pelatihan mengenai Zakat, Infaq dan Shadaqah (ZIS) serta memperdalam kajian keagamaan yang dilaksanakan selama 2 hari, pada 22 sampai dengan 23 November 2012.
Dalam sambutannya Sekko Jakut, H. Tri Kurniadi, menyatakan, "saya ucapkan selamat dan terimakasih kepada bazis yang telah melaksanakan acara ini semoga keegiatan dapat berjalan lancar," sehingga kegiatan ini dapat bermanfaat untuk menambah pengetahuan tentang ilmu pengelolaan Bazis dan ilmu Agama".

Lebih lanjut, Sekko Jakarta Utara, H. Tri Kurniadi, data yang didapat, kegiatan pelatihan keagamaan dan zakat yang digelar di Ciwidey, Jawa Barat ini, yang diikuti 100 orang anggota Bazis Jakarta Utara. "Selain itu lanjutnya, pelatihan ini juga guna untuk meningkatkan wawasan Anggota Baziz, sehingga dapat mencapai target yang diharapkan setiap tahunnya oleh Pemkot Administrasi Jakarta Utara," katanya didampingi Kepala Pelaksana Bazis, Muh. Alwi dan Assisten Kesejahteraan Masyarakat, Toni Sukanda.

Sekretaris Kota juga berharap kegiatan tersebut bisa meningkatkan pelayanan kepada mustahik dan dapat menghasilkan sebuah terobosan-terobosan yang dapat memajukan Jakarta khususnya Jakarta Utara.

Sosialisasi ZIS ( Zakat Infaq Sodakoh ) Kepada Kepala Sekolah SLTA se-Jakarta Utara

POTENSI zakat di Jakarta Utara masih banyak dan perlu dioptimalkan mengingat banyaknya Perusahaan, Tempat Wisata, Perkantoran, dan Perusahaan BUMN yang menjadi pusat Perekonomian di Jakarta Utara, Dalam sisi Pembangunan Kesejahteraan Umat, Zakat merupakan salah satu instrumen pemerataan pendapatan sebagai mana yang harus di zakat-kan. Terbukti saat ini Walikota melakukan Sosialisasi ZIS Kepada Kepala Sekolah SLTA se-Jakarta Utara di Ruang Pola Lantai II Kantor WKJU, Selasa (22/05).

Menurut Sekertaris Kota Tri Kurniadi, ’’dalam kesempatan ini saya berharap kepada para seluruh pejabat tingkat kota maupun kepada para kepala sekolah SLTA agar mendukung pengumpulan kegiatan ZIS guna membangun Jakarta Utara. Dalam hal ini ada beberapa aturan yang telah mengikat sebagai abdi negara maupun seorang beragama sesuai dengan dengan undang-undang maupun dalam Al-Quran atau Hadis, Ujarnya.

Lanjutnya, dari unsur pendidikan masih banyak yang perlu di tingkatkan peranan kepala sekolah dan guru, baik dari semua kalangan masyarakat. Untuk mengajarkan kepada semua kalangan baik dari anak dini maupun anak didik-nya itu sendiri.”ZIS (Zakat Infaq Sodakoh) merupakan salah satu kewajiban pada iman yang harus diajarkan sejak pendidikan dini” tambah Tri Kurniadi

Penerimaan Zis Kelurahan Rawabadak Utara


ZIS Kel. Rawabadak Utara

REKAP PENERIMAAN DAN PENYETORAN ZIS
TAHUN 2009





No. Nama Target Total Persentase (%)
1 MZS
5,565,000
2 MAP GAR
11,245,500
3 GAS
13,300,000







16,977,000 30,110,500 177.36





REKAP PENERIMAAN DAN PENYETORAN ZIS
TAHUN 2010





No. Nama Target Total Persentase (%)
1 MZS
1,085,000
2 MAP GAR
21,032,500
3 GAS
21,880,000







34,400,000 43,997,500 127.90





REKAP PENERIMAAN DAN PENYETORAN ZIS
TAHUN 2011





No. Nama Target Total Persentase (%)
1 MZS
1,630,000
2 MAP GAR
20,607,000
3 GAS
36,620,000







44,000,000 58,857,000 133.77

Zakat Warga Jakut Capai Enam Miliar

Zakat Warga Jakut Capai Enam MiliarBadan Amal, Zakat, Infaq dan Sodaqoh (BAZIS) Jakarta Utara mencatat pengumpulan sebesar Rp 6.050 miliar sepanjang 2011. Hasil ini diharapkan dapat dikeluarkan tepat sasaran.

Warga Jakarta Utara rupanya masih peduli untuk sekedar menyisihkan sedikit hartanya. Hasil yang dicapai BAZIS tersebut memang tak cukup untuk membuat seluruh warga miskin di Jakarta Utara sejahtera. Namun pengumpulan ZIS tersebut telah melampaui perkiraan yang ditetapkan gubernur DKI Jakarta sebesar lima miliar.

Seluruh pengumpulan ZIS berasal dari masyarakat Jakarta Utara, baik dari kalangan warga, pendidik, pegawai dan stakeholder. Setiap bulannya, rata-rata ZIS yang terkumpul Rp 500 juta. Jika angka ini terus rutin, maka akan banyak warga miskin yang mendapat bantuan menuju kesejahteraan. Hanya saja, pengeluaran ZIS ini yang masih diawasi pembagiannya.

Walikota Jakarta Utara, Bambang Sugiyono memberikan petuah agar pemberian bantuan dapat tepat sasaran dengan membuat warga miskin menjadi mandiri. Tak hanya diberi bantuan dana, namun bantuan berupa modal warga untuk mendapatkan penghasilan berkelanjutan.

"Ini bisa dicontoh oleh pengusaha di Jakarta Utara melalui CSR-nya agar bisa membantu masyarakat untuk mandiri, sebelumnya diberikan juga pelatihan," ujarnya.

Kepala Bazis Jakarta Utara, M. Alwi menuturkan sumbangan dana baik berupa zakat, infaq maupun sodaqoh yang disalurkan BAZIS akan diberikan kepada para mustahik. Sumbangan tersebut ditujukan kepada warga tak mampu untuk memulai usaha. Tak hanya modal dagang, pelatihan kerja pun akan diberikan kepada mereka. Selain itu, bimbingan pun akan diberikan kepada mereka agar mereka dapat kerja mandiri dan maju.

Alwi berharap sumbangan tersebut dapat membuat warga miskin dapat bekerja dan dapat menghidupi keluarganya dengan layak. Sasaran warga yang mendapat jatah ialah mereka yang pengangguran dan terkena PHK.

Suherman, warga Penjaringan, merupakan salah satu yang mendapat sumbangan dari BAZIS. Dia mengaku bersyukur mendapat bantuan tersebut. Selain modal uang, Suherman mendapat set gerobak mie dan pelatihan. "Mudah-mudahan ini bisa menopang kehidupan keluarga saya," ujarnya bahagia. Sebelumnya, dia bekerja sebagai buruh. Namun terkena PHK dari tempat kerjanya tersebut.

Pihak BAZIS telah menggalang kerjasama dengan beberapa perusahaan untuk memberikan pelatihan. Salah satu perusahaan yang terjalin dalam kerjasama tersebut yakni PT. Bogasari, Tbk. Perusahaan tersebut akan memberikan pelatihan kepada para mustahik yang mendapat modal untuk membuka usaha makanan seperti mie.


Sumber / Link : Republika

Walikota Berikan Bantuan Gerobag Mie Ayam

Walikota Jakarta Utara Bambang Sugiyono melalui Bazis jakarta Utara menyerahkan bantuan berupa tiga gerobag mie ayam kepada mustaghik, usai apel, Senin (30/1/2012) pagi, di Plaza Barat Kantor Walikota Jakut.

"Bantuan pelaku usaha mikro ini bersumber dari dana masyarakat yang terkumpul melalui ZIS (zakat, infak dan sodakoh). Oleh sebab itu bantuan berupa gerobag dorong untuk jualan mie bisa dimanfaatkan sebaik-baiknya," ujar Bambang Sugiyono.

Walikota juga mengingatkan bila berjualan jangan sampai di tempat yang terlarang dan harus berikan contoh yang terbaik, karena bantuan ini merupakan amanah.

"Zis tahun 2011 sudah melampaui target yang ditetapkan sebesar Rp 6,050 milyar dari target pengumpulan Zis Rp 5,450 milyar yang ditetapkan oleh Gubernur Prov DKI Jakarta," jelasnya.

Jumlah tersebut, katanya, bersumber dari Pegawai Kantor Walikota Jakut, kalangan pendidik serta stakeholder dan masyarakat Jakarta Utara.
”Ini bisa di contoh oleh pengusaha di Jakarta Utara melalui CSRnya bisa membantu masyarakat untuk mandiri, namun sebelumnya juga diberi pelatihan, ”tambahnya.

Kepala Bazis Jakarta Utara, M.Alwi, mengatakan ketiga orang yang mendapat gerobak mie ini sebelumnya sudah dilatih kerja sama dengan PT Bogasari Tbk, tentunya mereka siap untuk memulai usaha.

Sumbangan dana yang dikumpulkan melalui Zis, lanjut Alwi, kemudian disalurkan kembali oleh Badan Amil Zakat dan Sodaqoh (Bazis) Jakarta Utara kepada mustaghik dengan harapan mereka bisa mandiri dan dapat menghidupi keluarha secara layak.

"Mereka adalah Suherman warga Kelurahan Penjaringan, Nurhayati warga kelurahan Rawabadak Selatan dan Iwan Hermawan warga kelurahan Ancol," katanya.

Sementara itu, Suherman, salah seorang penerima bantuan ZIS mengaku senang. "Alhamdulillah kami bisa usaha dengan menerima bantuan gerobak berikut peralatannya dan modal awal," ucap pria yang mengaku korban PHK itu. (min)

ZIS Membangun Masyarakat Bawah

PROBLEM kemiskinan masih menjadi permasalahan yang belum terselesaikan secara tuntas, mengingat masih banyaknya kaum kurang mampu di negeri ini, hal ini menuntut peran kita baik sebagai aparatur pemerintah ataupun sebagai masyarakat yang memiliki kelebihan harta untuk dapat berkontribusi dalam mengurangi kemiskinan.

Untuk itu, pemerintah Kota Administrasi Jakarta Utara melalui Badan Amil Zakat, Infaq, dan Shadaqah (Bazis) terus melakukan sosialisasi guna mencapai target, sebanyak 150 Kepala Sekolah SD dan SMP di Jakarta Utara Khususnya di kecamatan Tanjung Priok dan kecamatan Koja mengikuti sosialisasi pengumpulan ZIS, Selasa (20/12) di Balai Yos Sudarso kantor Walikota Jakarta Utara.

Walikota Jakarta Utara Bambang Sugiyono mengatakan, pengumpulan Zis yang dihasilkan dari TKD para Guru perbulan hanya 31.750 rupiah. ini terjadi sebelum ada TKD, untuk itu setelah ada TKD Walikota mengharapkan agar lebih meningkatkan memberikan Zakat melalui pemotongan dari hasil TKD untuk tiap bulannya. "Mudah-mudahan peran dan kontribusi para guru di Jakarta Utara dalam peningkatan Zakat yang selama ini dipotong dari TKD agar ditingkatkan, karena hasil dari pengumpulan zis ini untuk kita dan untuk masyarakat Jakarta Utara," harapnya.

Sementara Kepala Bazis Jakarta Utara M. Alwi mengatakan, dari target 5,8 milyar yang ditetapkan Provinsi DKI Jakarta, Jakarta Utara baru tercapai 5,2 milyar. Untuk itu peran guru serta masyarakat sangat dibutuhkan, sehingga target Bazis yang sudah ditentukan bisa terlaksana dengan baik.

"Kegiatan ini diikuti sekitar 150 kepala sekolah SD dan SMP, yakni kecamatan Tanjung Priok dan Kecamatan Koja, mudah-mudahan peran serta guru-guru di Jakarta Utara yang selama ini dipotong dari TKD 31.750 per-Bulan, agar bisa ditingkatkan menjadi 100 ribu," tuturnya.

 
 
Copyright © 2014 JAKARTA UTARA. All Rights Reserved. Powered by Lintas Daerah
Template by Creating Website and Kang Lintas